Fenomena aborsi memang sulit dihilangkan karena masih banyaknya PEKAT
(Penyakit Masyarakat) di antaranya hubungan badan tanpa status
perkawinan. Padahal aborsi memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi
kesehatan pelakunya, baik gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Berikut ini kami sampaikan bahaya-bahaya aborsi bagi kesehatan :
1. Pendarahan parah
Pendarahan bisa mengakibatkan seseorang kehabisan darah dan jika tidak
segera ditangani secara medis akan berujung pada kematian. Aborsi dapat
mengakibatkan pelakunya (wanita yang hamil) mengalami pendarahan karena
leher rahimnya robek dan terbuka lebar. Aborsi memang upaya yang tidak
alamiah karena keluar dari siklus / jalurnya sehingga sangat berbahaya.
2. Terkena risiko kanker
Bagi para pelaku aborsi, ketahuilah bahwa praktik ini dapat membuat meningkatnya risiko terkena kanker,
misalnya kanker serviks, kanker, indung telur, kanker payudara dan lain
sebagainya. Kanker serviks sendiri adalah sejenis kanker yang 99,7%
disebabkan oleh human papilloma virus
(HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini biasanya akan
mengakibatkan pendarahan pada organ vital wanita, tetapi gejala kanker
ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh. Hmmm,
betapa berbahayanya aborsi bagi kesehatan.
3. Menyebabkan infeksi
Banyak orang yang melakukan aborsi menggunakan alat medis yang tidak
steril dan terdapat banyak bakteri sehingga sangat berpotensi
menyebabkan infeksi pada organ vital dan organ dalam lainnya. Infeksi
sendiri bukan hanya bisa terjadi karena tidak sterilnya alat medis
tetapi bisa juga karena mungkin ada bagian janin yang tertinggal di
dalam rahim. Dan inilah yang sering diabaikan oleh para pelaku aborsi.
4. Risiko kematian
Kematian karena aborsi sering terjadi, karena memang umumnya para pelaku
hanya berpikir bagaimana menggugurkan kandungan tanpa memikirkan
kesehatannya. Tidak jarang para pelaku aborsi yang meninggal karena
pendarahan, infeksi maupun human error lain.
5. Risiko melahirkan prematur
Melahirkan prematur bukan hanya karena kehendak tuhan dan kelainan
semata, tetapi bisa jug adisebabkan oleh aborsi. Pada umumnya setelah
melakukan aborsi maka pada kehamilan selanjutnya pelaku aborsi akan
melahirkan prematur.
6. Dampak psikologis
Selain dampak kesehatan fisik, aborsi juga berdampak pada psikologi
pelakuknya. Di antara dampak psikologis bagi para pelaku aborsi di
antaranya trauma, depresi, sedih dan merasa berdosa, dan masih banyak lagi yang akan mengganggu kesehatan jiwanya.
Janin dalam kandungan merupakan anugerah dari Tuhan YME dan hasil dari
perbuatan pelaku itu sendiri. Jadi jangan sampai anda melakukan praktik
aborsi karena selain banyak merugikan anda di dunia, pun di akhirat juga
akan mendapatkan dosa yang teramat besar. Belajarlah untuk bertanggung
jawab di depan manusia maupun di depan Tuhan, karena itulah keputusan
yang anda buat.
Demikian sedikit informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terima kasih telah membaca artikel ini. Simak terus blogger ku ya.....
Terima kasih
