KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat
Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelasaikan makalah ini yang berjudul “PEMBINAAN PRAKTEK AKSEPTOR KB MELALUI
KONSELING”
Dengan selesainya
karya makalah ini maka segala kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih
kepada teman-teman yang member dukungan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini.
Dalam penulisan makalah ini kami
menyadari masih banyak kekurangan yang harus di benahi untuk itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif
untuk menuju kesempurnaan.
Makalah
ini di susun untuk dapat memenuhi tugas mata kuliah, dan semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum
Wr.Wb
Makassar, 25 Februari 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR ……………………………………………………………………………………..…………1
DAFTAR ISI
…………………………………………………………………………………………………………….2
BAB I
PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………………3
A.LATAR BELAKANG …………………………………………………………………………………..3
B.RUMUSAN MASALAH ……………………………………………………………………………..4
C.TUJUAN ………………………………………………………………………………………………….4
BAB II
PEMBAHASAN …………………………………………………………………………………………….5
A.
Pengertian
kontasepsi ………………………………………………………………………….5
B. Pembinaan
akseptor KB melalui konseling …………………………………………..5
1. Kondom……………………………………………………………………………………………..6
2.
Pil…………………………………………………………………………………………………….7
3.
Suntik……………………………………………………………………………………………….9
4.
AKDR
……………………………………………………………………………………………..10
BAB III
PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………16
A.KESIMPULAN ………………………………………………………………………………………….16
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu
pasangansuami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur
intervaldiantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam
hubungandengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam
keluarga(Suratun, 2008).Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional
telah diubahvisinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkanKeluarga
Berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalahkeluarga yang
sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yangideal, berwawasan
kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwakepada Tuhan YME. Dan dalam
paradigma baru program ini misinya sangatmenekankan pentingnya upaya
menghormati hak-hak reproduksi, sebagaiupaya integral dalam meningkatkan
kualitas keluarga. Karena keluargaadalah salah satu diantara kelima matra kepentingan
kependudukan yangsangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang
berkualitas.Berdasarkan visi dan misinya program Keluarga Berencana
nasionalmempunyai kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas
penduduk.Salah satu kunci dalam rencana strategi nasional Indonesia 2010
adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan
Untuk mewujudkan
pesan kunci tersebut keluarga berencana merupakanupaya pelayanan kesehatan
preventif yang paling dasar dan utama. Untuk mengoptimalkan keluarga berencana
bagi kesehatan, pelayanannya harusdigabungkan dengan pelayanan kesehatan
reproduksi yang telah tersedia.Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10
tahun 1992(tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluargasejahtera)
adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakatmelalui
pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan
kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan
kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008).Secara
umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatuusaha yang mengatur
banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu,
bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutantidak akan menimbulkan
kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilantersebut. Diharapkan
dengan adanya perencanaan keluarga yang matangkehamilan merupakan suatu hal
yang memang sangat diharapkan sehinggaakan terhindar dari perbuatan untuk
mengakhiri kehamilan dengan aborsi(Suratun, 2008).
B. Rumusan Maslah
1. Apa itu
kontrasepsi ?
2.
Bagaimana praktek akseptor melalui :
a.
kondom?
b.
pil ?
c.
suntik ?
d.
AKDR ?
C. Tujuan
Untuk mengetahui apa itu kontrasepsi dan bagaimana praktek
akseptor KB melalui konseling
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Kontrasepsi
Asal kata “kontra”
berarti mencegah atau melawan dan “konsepsi” yang berarti pertemuan antara sel telur yang
matang dan selsperma yang mengakibatkan. Kehamilan
Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu
dapat bersifat sementara,dapat pula bersifat permanen.Efektivitas kontrasepsi
adalah keunggulan carakontrasepsi tertentudalam mencegah kehamilan dalam kenyataan
penggunaan sehari-hari dayaguna kontrasepsi terdiri atas daya gunateoritis atau
fisiologik (theoreticaleffectiveness),daya guna pemakaian (use effectiveness)
dan dayagunademografik (demografic effectiveness).Akseptor Keluarga Barencana
(KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu
alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007).Efek samping adalah perubahan fisik atau
psikis yang timbul akibatdari penggunaan alat/obat kontrasepsi, tetapi tidak
berpengaruh seriusterhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002).
B. Pembinaan Akseptor KB Melalui Konseling
Penyuluhan KB adalah kegiatan penyampaian informasi
untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan
masyarakatguna mewujudkan keluarga berkualitas. Tugas penyuluhan KB
meliputi persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan
generasi
Dalam pembinaan pada akseptor KB
sangat penting terutama pada pasangan usia subur yang baru menikah dalam
penggunaan alat kontrasepsi dengan tujuan memberikan dukungan dan
pemantapan penerimaan gagasan KB serta
penurunan angka kelahiran yang bermakna.
Untuk mencapai tujuan tersebut ada tiga fase, yaitu fase menunda kesuburan,
fase menjarangkan kehamilan, fase mengakhiri kesuburan atau kehamilan. Yang
pertama adalah fase menunda kehamilan yaitu dimana PUS akan menunda kehamilan
dengan usia istri kurang dari 20 tahun. Kedua adalah fase menjarangkan
kehamilan yaitu menjarangkan kehamilan dengan memberi jarak kelahiran anak 2 –
4 tahun dan periode usia istri antara 20 – 30 atau 35 tahun. Ketiga yaitu fase
mengakhiri kehamilan yaitu keadaan dimana mengakhiri kesuburan atau kehamilan
setelah mempunyai 2 orang anak dengan periode usia istri diatas 30 tahun.
Pembinaan akseptor KB melalui konseling.
1.
Alat kontrasepsi kondom
Kondom adalah alat kontrasepsi bagi
pria yang digunakan pada alat kelamin, terbuat dari karet tipis, kulit, lateks
dan plastik. Kondom ini berguna untuk mencegah pertemuan sel telur wanita dan
sel mani dari laki-laki sehingga tidak terjadi kehamilan.
Pembinaan akseptor yang dberikan
yaitu
a.
cara pemakaian
Sarungkan pada alat kelamin
laki-laki saat dalam keadaan tegang, baru kemudian dilakukan hubungan kelamin.
b.
Keuntungan
1)
Mencegah kehamilan
2)
Dapat dipakai sendiri
3)
Mudah didapat
4)
Praktis
5)
Murah
6)
Memberi perlindungan terhadap penyakit – penyakit akibat hubungan seks.
7)
Dapat diandalkan karena cukup efektif
8)
Sederhana, ringan disposable
9)
Tidak mempunyai efek samping
10)
Pria ikut secara aktif dalam program KB
c.
Tempat memperoleh kondom
1)
Apotik
2)
Puskesmas
3) BPS
4) Toko obat
d.
Cara pembuangan kondom yang benar
1) Jangan dibuang
kedalam toilet
2) Jangan dibuang ke
dalam selokan atau got/ parit
3) Jangan dilempar ke
halaman
4) Dibakar bersama
sampah
5) Bersihkan dulu ( cuci
), bungkus, ikat lalu masukkan ke tempat sampah
6) Ditanam
2. PIL KB
Pil KB berisi
hormon estrogen dan progesteron yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur
dari indung telur wanita.
Ada 2 macam kemasan pil, yaitu :
a.
Kemasan berisi 21 Pil
b.
Kemasan berisi 28 Pil
Sebelum meminum pil KB, Kesehatan
ibu perlu diperiksa terlebih dahulu. Jika menurut hasil pemeriksaan ibu bisa
memakai pil KB barulah ibu dapat mulai minum pil KB. Untuk kemasan berisi 21
pil, tablet pertama diminum setiap hari ke lima haid. Untuk kemasan berisi 28
pil, tablet pertama diminum pada setiap hari pertama haid, mulai dari tanda
panah.
a.
Cara pemakaian
Pil KB diminum setiap hari satu
tablet secara teratur, tidak boleh lupa. Hanya dengan meminum pil secara
teratur dapat diperoleh manfaat pil KB sebagai cara mencegah kehamilan.
b.
Keuntungan
1) Pil KB manjur untuk
mencegah kehamilan bila dipakai sesuai petunjuk, diminum setiap hari secara
teratur.
2) Bila ingin mempunyai
anak lagi, maka ibu bisa hamil kembali setelah pemakaian pil dihentikan.
3) Siklus haid teratur,
banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
4) Mudah dihentikan
setiap saat
c.
Kerugian
1) Membosankan karena
harus menggunakannya setiap hari.
2) Pusing
3) Nyeri payudara
4) Mual, terutama pada 3
bulan pertama
5) Berat badan naik
sedikit
d. Efek samping
1)
Aminorea
2)
Perdarahan/spotting
3)
Berat badan meningkat
4)
Jerawat
5)
Mual/pusing/muntah
e.
Tempat memperoleh Pil KB
1) Apotik
2) Klinik KB
3) Puskesmas
4) BPS
f. Yang perlu
diingat
1)
Bila sudah hampir habis segeralah minta kepada tempat pelayanan, supaya tidak
tertunda.
2)
Jangan lupa, pil KB harus diminum setiap hari secara teratur.
3)
Apabila lupa, minumlah saat itu juga 1 tablet dan malamnya minum 1 tablet lagi
4)
Apabila 2 hari lupa minum pil, pergilah ke klinik beritahukan kepada dokter
atau bidan (jika sering lupa minum pil KB bisa terjadi kehamilan)
5)
Apabila merasa pusing atau mual pil KB tetap diminum
6)
Apabila tidak cocok memakai pil KB pergilah ke tempat pelayanan untuk minta
dibantu dokter atau bidan. Mungkin perlu ganti cara KB lainnya
7)
Bagi aseptor yang cocok, pil KB bisa dipakai dalam jangka waktu cukup lama
3. SUNTIKAN KB
Kontrasepsi
yang berisi depo medroksiprogesteron asetat (DMPA), estradiol
sipionat (cycloferm), noretindron enatat(NETEN).
Tekhnik penyuntikan ialah seca
intramuskulus dalam, di daerah muskulus gluteus maksimus atau deltoideus.
a.
Keuntungan
1) Praktis
2) Pencegahan kehamilan
jangka panjang
3) Tidak berpengaruh
pada hubungan suami istri
b.
Kerugian
1) Terlambatnya kembali
kesuburan setelah penghentian pemakaian
2) Gangguan haid
3) Harus disuntik setiap
bulan
c.
Efek samping
1) perdarahan bercak
(spotting)
2) aminorea
3) peningkatan berat
badan
4) Pusing
5) Timbulnya jerawat
d.
Tempat memperoleh pelayanan kontrasepsi suntikan
1) Klinik KB
2) Puskesmas
3) BPS
4) Rumah sakit
e.
Penting untuk diingat
1) Suntikan KB diberikan
saat ibu sedang haid, terutama untuk memastikan bahwa saat suntikan itu
diberikan ibu sedang tidak hamil
2) Sebelum diberi
suntikan KB, kesehatan ibu harus diperiksa dulu, yaitu vital signnya
3) Suntikan KB dapat
diberikan sambil duduk atau berbaring
4) Jika suami pergi
selama satu bulan hingga tiga bulan atau lebih, ibu tetap harus mendapat
suntikan KB secara teratur
5) Terdapat kemungkinan
ibu mengalami gangguan seperti nyeri pada perut, hal ini adalah efek samping
dari pemakaian suntikan KB. Pergilah ketempat pelayanan kesehatan, untuk
mendapatkan nasihat atau bantuan bidan atau dokter
4. IUD / AKDR (ALAT
KONTRASEPSI DALAM RAHIM)
IUD (Intra Uterin Device) atau
AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan di
dalam rahim yang berjangka panjang dapat sampai 10 tahun dan dapat dipakai oleh
semua usia perempuan usia reproduksi. IUD mencegah pertemuan sel sperma dengan
sel telur sehingga kehamilan tidak terjadi.Ada beberapa macam IUD :
1) Bentuk seperti
spiral, namanya lippes loop
2) Bentuk seperti huruf
T dan dililiti tembaga, namanya cooper-T
3) Berbentuk seperti
pohon kelapa atau kipas terbuka dan dililiti tembaga, namanya multi load
a. Cara kerja IUD
IUD mencegah pertemuan sel sperma
dengan sel telur sehingga kehamilan tidak terjadi
b. Cara pemakaian IUD
IUD dipasang pada rongga rahim
wanita pada saat sedang haid atau pada
masa nifas. Pemasangan dilakukan oleh dokter atau bidan yang terlatih.
c. Keuntungan
1)
Praktis tidak perlu mengingat ingat
2)
Ekonomis
3)
Aman
4)
Efektif untuk proteksi jangka panjang
5)
Tidak mengganggu hubungan suami istri
6)
Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
d. Kerugian
1) Rasa nyeri atau mulas
beberapa saat setelah pemasangan
2) Klien tidak dapat
melepas AKDR oleh dirinya sendiri, karena petugas kesehatan yang sudah terlatih
yang dapat melepas AKDR
3) Perempuan harus
memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukannya, perempuan
harus memasukkas jarinya ke dalam vagina, sebagian besar perempuan tidak mau
melakukan hal ini
e. Efek samping
1) Perdarahan
2) Infeksi
3) Kram/nyeri haid
4) keputihan
f. Tempat
memperoleh pelayanan IUD
1) Puskesmas
2) Klinik KB
3) BPS
4) Dokter kandungan
5) Rumah sakit
g. Penting untuk diingat
1) Mengecek kesehatan
umum ibu ( vital sign) sebelum pemakaian IUD
2) Pemasangan IUD
dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih
5. IMPLANT atau AKBK
(alat kontrasepsi bawah kulit)
Implant atau susuk KB adalah alat
kontrasepsi yang terdiri dari enam kapsul kecil berisi hormon lovonorgestrel,
implant dipasang di bawah kulit lengan atas bagian dalam, implant dipakai
selama lima tahun.
a. Cara kerja
kontrasepsi implant
Keenam kapsul implan secara tetap
melepaskan sejumlah hormon yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung
telur dan mengentalkan lendir pada mulut rahim, sehingga sel sperma tidak dapat
masuk ke dalam rahim. Hormon ini juga dapat menipiskan selaput lendir rahim
sehingga hasil pembuahan tidak dapat tertanam di dalam rahim.
b. Keuntungan
1) Perlindungan jangka
panjang (5 tahun)
2) Pengembalian tingkat
kesuburan yang cepat setelah pencabutan
3) Tidak memerlukan
pemeriksaan dalam
4) Tidak mengganggu
kegiatan senggama
5) Dapat dicabut setiap
saat saat sesuai dengan kebutuhan
c. Kerugian
1) Harus diinsisi/
dilukai kecil untuk memasukkan implant
2) Nyeri didaerah
pemasangan implant
d. Efek samping
1) Aminorea
2) Perubahan berat badan
3) Jerawat
4) Mual dan muntah
5) Pusing dan sakit
kepala
e. Tempat
memperoleh pelayanan IUD
1) Puskesmas
2) Klinik KB
3) BPS/ RB
4) Rumah sakit
f. Yang perli
diingat
1) Sebelum pemasangan
implant, kesehatan umum (vital sign) klien harus diperiksa terlebih dahulu
2) Sesudah pemasangan
implan, kemungkinan ibu mengalami rasa nyeri pada tempat pemasangan. Biasanya
hanya sebentar, tidak perlu khawatir, dan jangan diapa-apakan. Jika tidak
tertahankan segera pergi ke tempat pelayanan kesehatan untuk meminta bantuan
bidan atau dokter
3) Selama 3 hari sesudah
pemasangan. Ibu diperbolehkan mandi tetapi jaga supaya daerah tempat pemasangan
tetap kering
4) Jika ada keluhan,
pergilah ke tempat pelayanan kesehatan agar dapat ditolong oleh dokter atau
bidan
5) Sesudah lima tahun,
segeralah menuju tempat pelayanan kesehata karena keenam kapsul itu harus
dicabut. Jika masih menginginkan kontrasepsi implant dokter atau bidan akan
menggantinya dengan yang baru.
6. MOW / STERILISASI
Merupakan metode pengikatan dan
pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma. Cara
Kerja Tubektomi menghambat sperma karena saluran sel telur tertutup.
a. Keuntungan
1) Permanen dan efektif.
2) Tidak mempengaruhi
proses menyusui
3) Pembedahan sederhana,
dapat dilakukan dengan anestesi lokal
4) Dapat mencegah
kehamilan lebih dari 99%.
5) Tidak ada efek
samping jangka panjang dan tidak mengganggu hubungan seksual.
b. Kerugian Tubektomi :
1) Rasa sakit/ketidak
nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
2) Tidak bisa mempunyai
anak lagi
c. Efek samping
1) Demam pasca operasi
2) Rasa sakit pada
lokasi pembedahan
3) Perdarahan
superfisial
d. Tempat mendapatkan
pelayanan kontrasepsi Tubektomi
Di rumah sakit
e. Yang perlu
diingat
1) bagi wanita
usia subur berumur diatas 26 tahun , dan sudah punya anak cukup ( 2 anak
), anak terkecil harus berusia minimal 5 tahun.
2) Puasa mulai tengah
malam sebelum operasi, atau sekurang-kurangnya 6 jam sebelum operasi. Bagi
calon akseptor yang menderita Maag (kelaianan lambung agar makan obat maag
sebelum dan sesudah puasa
3) Mandi dan
membersihkan daerah kemaluan dengan sabun mandi sampai
4)
Harus mendapatkan persetujuan dari masing-masing pasangan
Langkah
konseling KB dengan SATU TUJU
SA : Sapa dan Salam
Sapa klien secara terbuka dan sopan
Beri perhatian sepenuhnya
Bangun percaya diri klien
Tanyakan apa yang perlu dibantu
T : Tanya
Tanyakan
informasi tentang dirinya
Bantu klien
mengetahui pengalaman KB
Tanyakan
kontrasepsi yang ingin digunakan
U : Uraikan
Uraikan pada
klien mengenai pilihannya
Bantu klien
pada jenis kontrasepsi yang paling dia ingini
TU : Bantu
Bantu klien
berfikir apa yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya
Tanyakan apakan
pasangan mendukung dengan pilihannya
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Asal kata “kontra”
berarti mencegah atau melawan dan “konsepsi” yang berarti pertemuan antara sel telur yang
matang dan selsperma yang mengakibatkan. Kehamilan
Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu
dapat bersifat sementara,dapat pula bersifat permanen.Efektivitas kontrasepsi
adalah keunggulan carakontrasepsi tertentudalam mencegah kehamilan dalam
kenyataan penggunaan sehari-hari dayaguna kontrasepsi terdiri atas daya
gunateoritis atau fisiologik (theoreticaleffectiveness),daya guna pemakaian
(use effectiveness) dan dayagunademografik (demografic effectiveness).Akseptor
Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan
salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007).Efek samping adalah perubahan
fisik atau psikis yang timbul akibatdari penggunaan alat/obat kontrasepsi,
tetapi tidak berpengaruh seriusterhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002).
Pembinaan praktek akseptor KB melalui konseling :
1.
Kondom
2.
Pil
3.
Suntik
4.
AKDR
DAFTAR PUSTAKA
Affandi,
B, 2006. Panduan praktis pelayanan Kontarasepsi. Jakarta
NRC-POGI,
1996. Buku Acuan Nasional Pelayanan Keluarga Berncana
Arjoso, S, 2005. Rencana Strategi BKKBN
Manuaba, I. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Soepardan,
S. 2007. Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC
Sri, Handayani, 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga
Berencana. Pustaka Rihama, Yogyakarta
Nice uci (y)
BalasHapus