Senin, 07 April 2014

Tugas KB

Tugas KB

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
       Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelasaikan makalah ini yang berjudul “PEMBINAAN PRAKTEK AKSEPTOR KB MELALUI KONSELING”
Dengan selesainya karya makalah ini maka segala kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang member dukungan kepada kami  sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
            Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih banyak kekurangan yang harus di benahi untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif  untuk menuju kesempurnaan.
            Makalah ini di susun untuk dapat memenuhi tugas mata kuliah, dan semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum Wr.Wb


Makassar, 25 Februari 2014

                                    Penyusun





DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………..…………1
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………….2
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………………3
            A.LATAR BELAKANG …………………………………………………………………………………..3
            B.RUMUSAN MASALAH ……………………………………………………………………………..4
            C.TUJUAN ………………………………………………………………………………………………….4
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………………………………….5
A.      Pengertian kontasepsi ………………………………………………………………………….5
B.    Pembinaan akseptor KB melalui konseling …………………………………………..5
1. Kondom……………………………………………………………………………………………..6
2.      Pil…………………………………………………………………………………………………….7
3.      Suntik……………………………………………………………………………………………….9
4.      AKDR ……………………………………………………………………………………………..10
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………………………………16
A.KESIMPULAN ………………………………………………………………………………………….16
Daftar Pustaka





BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar belakang

 Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangansuami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur intervaldiantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungandengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga(Suratun, 2008).Paradigma baru program Keluarga Berencana Nasional telah diubahvisinya dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkanKeluarga Berkualitas tahun 2015. Keluarga yang berkualitas adalahkeluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yangideal, berwawasan kedepan, bertanggungjawab, harmonis dan bertaqwakepada Tuhan YME. Dan dalam paradigma baru program ini misinya sangatmenekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi, sebagaiupaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Karena keluargaadalah salah satu diantara kelima matra kepentingan kependudukan yangsangat mempengaruhi perwujudan penduduk yang berkualitas.Berdasarkan visi dan misinya program Keluarga Berencana nasionalmempunyai kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk.Salah satu kunci dalam rencana strategi nasional Indonesia 2010 adalah bahwa setiap kehamilan harus merupakan kehamilan yang diinginkan
Untuk mewujudkan pesan kunci tersebut keluarga berencana merupakanupaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama. Untuk mengoptimalkan keluarga berencana bagi kesehatan, pelayanannya harusdigabungkan dengan pelayanan kesehatan reproduksi yang telah tersedia.Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992(tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluargasejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakatmelalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Arum, 2008).Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatuusaha yang mengatur banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta keluarganya yang bersangkutantidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung dari kehamilantersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matangkehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehinggaakan terhindar dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi(Suratun, 2008).



B. Rumusan Maslah
            1. Apa itu kontrasepsi ?
            2. Bagaimana praktek akseptor melalui  :
                        a. kondom?
                        b. pil ?
                        c. suntik ?
                        d. AKDR ?

C. Tujuan
Untuk mengetahui apa itu kontrasepsi dan bagaimana praktek akseptor KB melalui konseling



BAB II
PEMBAHASAN


A.Pengertian Kontrasepsi

Asal kata “kontra”
berarti mencegah atau melawan dan “konsepsi” yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan selsperma yang mengakibatkan. Kehamilan Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara,dapat pula bersifat permanen.Efektivitas kontrasepsi adalah keunggulan carakontrasepsi tertentudalam mencegah kehamilan dalam kenyataan penggunaan sehari-hari dayaguna kontrasepsi terdiri atas daya gunateoritis atau fisiologik (theoreticaleffectiveness),daya guna pemakaian (use effectiveness) dan dayagunademografik (demografic effectiveness).Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007).Efek samping adalah perubahan fisik atau psikis yang timbul akibatdari penggunaan alat/obat kontrasepsi, tetapi tidak berpengaruh seriusterhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002).


B. Pembinaan Akseptor KB Melalui Konseling

Penyuluhan KB adalah kegiatan penyampaian informasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dan masyarakatguna mewujudkan keluarga berkualitas. Tugas penyuluhan KB meliputi persiapan penyuluhan, pelaksanaan penyuluhan dan pembinaan generasi

Dalam pembinaan pada akseptor KB sangat penting terutama pada pasangan usia subur yang baru menikah dalam penggunaan alat kontrasepsi dengan tujuan memberikan dukungan dan pemantapan penerimaan gagasan KB serta penurunan angka kelahiran yang bermakna. Untuk mencapai tujuan tersebut ada tiga fase, yaitu fase menunda kesuburan, fase menjarangkan kehamilan, fase mengakhiri kesuburan atau kehamilan. Yang pertama adalah fase menunda kehamilan yaitu dimana PUS akan menunda kehamilan dengan usia istri kurang dari 20 tahun. Kedua adalah fase menjarangkan kehamilan yaitu menjarangkan kehamilan dengan memberi jarak kelahiran anak 2 – 4 tahun dan periode usia istri antara 20 – 30 atau 35 tahun. Ketiga yaitu fase mengakhiri kehamilan yaitu keadaan dimana mengakhiri kesuburan atau kehamilan setelah mempunyai 2 orang anak dengan periode usia istri diatas 30 tahun.
Pembinaan akseptor KB melalui konseling.




1.    Alat kontrasepsi kondom
Kondom adalah alat kontrasepsi bagi pria yang digunakan pada alat kelamin, terbuat dari karet tipis, kulit, lateks dan plastik. Kondom ini berguna untuk mencegah pertemuan sel telur wanita dan sel mani dari laki-laki sehingga tidak terjadi kehamilan.
Pembinaan akseptor yang dberikan yaitu
a.    cara pemakaian
Sarungkan pada alat kelamin laki-laki saat dalam keadaan tegang, baru kemudian dilakukan hubungan kelamin.
b.    Keuntungan
1)   Mencegah kehamilan
2)   Dapat dipakai sendiri
3)   Mudah didapat
4)   Praktis
5)   Murah
6)   Memberi perlindungan terhadap penyakit – penyakit akibat hubungan seks.
7)   Dapat diandalkan karena cukup efektif
8)   Sederhana, ringan disposable
9)   Tidak mempunyai efek samping
10)    Pria ikut secara aktif dalam program KB
c.    Tempat memperoleh kondom
1)   Apotik
2)   Puskesmas
3)   BPS
4)   Toko obat
d.   Cara pembuangan kondom yang benar
1)   Jangan dibuang kedalam toilet
2)   Jangan dibuang ke dalam selokan atau got/ parit
3)   Jangan dilempar ke halaman
4)   Dibakar bersama sampah
5)   Bersihkan dulu ( cuci ), bungkus, ikat lalu masukkan ke tempat sampah
6)   Ditanam

2.    PIL KB
Pil KB berisi hormon estrogen dan progesteron yang berguna untuk mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita.
Ada 2 macam kemasan pil, yaitu :
a.       Kemasan berisi 21 Pil
b.      Kemasan berisi 28 Pil
Sebelum meminum pil KB, Kesehatan ibu perlu diperiksa terlebih dahulu. Jika menurut hasil pemeriksaan ibu bisa memakai pil KB barulah ibu dapat mulai minum pil KB. Untuk kemasan berisi 21 pil, tablet pertama diminum setiap hari ke lima haid. Untuk kemasan berisi 28 pil, tablet pertama diminum pada setiap hari pertama haid, mulai dari tanda panah.
a.    Cara pemakaian
Pil KB diminum setiap hari satu tablet secara teratur, tidak boleh lupa. Hanya dengan meminum pil secara teratur dapat diperoleh manfaat pil KB sebagai cara mencegah kehamilan.
b.    Keuntungan
1)   Pil KB manjur untuk mencegah kehamilan bila dipakai sesuai petunjuk, diminum setiap hari secara teratur.
2)   Bila ingin mempunyai anak lagi, maka ibu bisa hamil kembali setelah pemakaian pil dihentikan.
3)   Siklus haid teratur, banyaknya darah haid berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid.
4)   Mudah dihentikan setiap saat
c.    Kerugian
1)   Membosankan karena harus menggunakannya setiap hari.
2)   Pusing
3)   Nyeri payudara
4)   Mual, terutama pada 3 bulan pertama
5)   Berat badan naik sedikit
d.   Efek samping
1)      Aminorea
2)      Perdarahan/spotting
3)      Berat badan meningkat
4)      Jerawat
5)      Mual/pusing/muntah
e.    Tempat memperoleh Pil KB
1)   Apotik
2)   Klinik KB
3)   Puskesmas
4)   BPS
f.    Yang perlu diingat
1)      Bila sudah hampir habis segeralah minta kepada tempat pelayanan, supaya tidak tertunda.
2)      Jangan lupa, pil KB harus diminum setiap hari secara teratur.
3)      Apabila lupa, minumlah saat itu juga 1 tablet dan malamnya minum 1 tablet lagi
4)      Apabila 2 hari lupa minum pil, pergilah ke klinik beritahukan kepada dokter atau bidan (jika sering lupa minum pil KB bisa terjadi kehamilan)
5)      Apabila merasa pusing atau mual pil KB tetap diminum
6)      Apabila tidak cocok memakai pil KB pergilah ke tempat pelayanan untuk minta dibantu dokter atau bidan. Mungkin perlu ganti cara KB lainnya
7)      Bagi aseptor yang cocok, pil KB bisa dipakai dalam jangka waktu cukup lama

3.    SUNTIKAN KB
Kontrasepsi yang berisi depo medroksiprogesteron asetat (DMPA), estradiol sipionat (cycloferm), noretindron enatat(NETEN).
Tekhnik penyuntikan ialah seca intramuskulus dalam, di daerah muskulus gluteus maksimus atau deltoideus.
a.    Keuntungan
1)   Praktis
2)   Pencegahan kehamilan jangka panjang
3)   Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri


b.      Kerugian
1)   Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
2)   Gangguan haid
3)   Harus disuntik setiap bulan
c.       Efek samping
1)   perdarahan bercak (spotting)
2)   aminorea
3)   peningkatan berat badan
4)   Pusing
5)   Timbulnya jerawat
d.      Tempat memperoleh pelayanan kontrasepsi suntikan
1)   Klinik KB
2)   Puskesmas
3)   BPS
4)   Rumah sakit
e.       Penting untuk diingat
1)   Suntikan KB diberikan saat ibu sedang haid, terutama untuk memastikan bahwa saat suntikan itu diberikan ibu sedang tidak hamil
2)   Sebelum diberi suntikan KB, kesehatan ibu harus diperiksa dulu, yaitu vital signnya
3)   Suntikan KB dapat diberikan sambil duduk atau berbaring
4)   Jika suami pergi selama satu bulan hingga tiga bulan atau lebih, ibu tetap harus mendapat suntikan KB secara teratur
5)   Terdapat kemungkinan ibu mengalami gangguan seperti nyeri pada perut, hal ini adalah efek samping dari pemakaian suntikan KB. Pergilah ketempat pelayanan kesehatan, untuk mendapatkan nasihat atau bantuan bidan atau dokter


4.   IUD / AKDR (ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM)
IUD (Intra  Uterin Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim yang berjangka panjang dapat sampai 10 tahun dan dapat dipakai oleh semua usia perempuan usia reproduksi. IUD mencegah pertemuan sel sperma dengan sel telur sehingga kehamilan tidak terjadi.Ada beberapa macam IUD :
1)   Bentuk seperti spiral, namanya lippes loop
2)   Bentuk seperti huruf T dan dililiti tembaga, namanya cooper-T
3)   Berbentuk seperti pohon kelapa atau kipas terbuka dan dililiti tembaga, namanya multi load
a.    Cara kerja IUD
IUD mencegah pertemuan sel sperma dengan sel telur sehingga kehamilan tidak terjadi
b.   Cara pemakaian IUD
IUD dipasang pada rongga rahim wanita pada saat sedang haid atau  pada masa nifas. Pemasangan dilakukan oleh dokter atau bidan yang terlatih.
c.    Keuntungan
1)      Praktis tidak perlu mengingat ingat
2)      Ekonomis
3)      Aman
4)      Efektif untuk proteksi jangka panjang
5)      Tidak mengganggu hubungan suami istri
6)      Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
d.   Kerugian
1)   Rasa nyeri atau mulas beberapa saat setelah pemasangan
2)   Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri, karena petugas kesehatan yang sudah terlatih yang dapat melepas AKDR
3)   Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukannya, perempuan harus memasukkas jarinya ke dalam vagina, sebagian besar perempuan tidak mau melakukan hal ini
e.    Efek samping
1)   Perdarahan
2)   Infeksi
3)   Kram/nyeri haid
4)   keputihan
f.    Tempat memperoleh pelayanan IUD
1)   Puskesmas
2)   Klinik KB
3)   BPS
4)   Dokter kandungan
5)   Rumah sakit
g.   Penting untuk diingat
1)   Mengecek kesehatan umum ibu ( vital sign) sebelum pemakaian IUD
2)   Pemasangan IUD dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih


5.   IMPLANT atau AKBK (alat kontrasepsi bawah kulit)
Implant atau susuk KB adalah alat kontrasepsi yang terdiri dari enam kapsul kecil berisi hormon lovonorgestrel, implant dipasang di bawah kulit lengan atas bagian dalam, implant dipakai selama lima tahun.
a.    Cara kerja kontrasepsi implant
Keenam kapsul implan secara tetap melepaskan sejumlah hormon yang dapat mencegah lepasnya sel telur dari indung telur dan mengentalkan lendir pada mulut rahim, sehingga sel sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim. Hormon ini juga dapat menipiskan selaput lendir rahim sehingga hasil pembuahan tidak dapat tertanam di dalam rahim.
b.   Keuntungan
1)   Perlindungan jangka panjang (5 tahun)
2)   Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan
3)   Tidak memerlukan pemeriksaan dalam
4)   Tidak mengganggu kegiatan senggama
5)   Dapat dicabut setiap saat saat sesuai dengan kebutuhan
c.    Kerugian
1)   Harus diinsisi/ dilukai kecil untuk memasukkan implant
2)   Nyeri didaerah pemasangan implant
d.   Efek samping
1)   Aminorea
2)   Perubahan berat badan
3)   Jerawat
4)   Mual dan muntah
5)   Pusing dan sakit kepala
e.    Tempat memperoleh pelayanan IUD
1)   Puskesmas
2)   Klinik KB
3)   BPS/ RB
4)   Rumah sakit
f.    Yang perli diingat
1)   Sebelum pemasangan implant, kesehatan umum (vital sign) klien harus diperiksa terlebih dahulu
2)   Sesudah pemasangan implan, kemungkinan ibu mengalami rasa nyeri pada tempat pemasangan. Biasanya hanya sebentar, tidak perlu khawatir, dan jangan diapa-apakan. Jika tidak tertahankan segera pergi ke tempat pelayanan kesehatan untuk meminta bantuan bidan atau dokter
3)   Selama 3 hari sesudah pemasangan. Ibu diperbolehkan mandi tetapi jaga supaya daerah tempat pemasangan tetap kering
4)   Jika ada keluhan, pergilah ke tempat pelayanan kesehatan agar dapat ditolong oleh dokter atau bidan
5)   Sesudah lima tahun, segeralah menuju tempat pelayanan kesehata karena keenam kapsul itu harus dicabut. Jika masih menginginkan kontrasepsi implant dokter atau bidan akan menggantinya dengan yang baru.


6.   MOW / STERILISASI
Merupakan metode pengikatan dan pemotongan saluran telur agar sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma. Cara Kerja Tubektomi menghambat sperma karena saluran sel telur tertutup.
a.    Keuntungan
1)   Permanen dan efektif.
2)   Tidak mempengaruhi proses menyusui
3)   Pembedahan sederhana, dapat dilakukan dengan anestesi lokal
4)   Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%.
5)   Tidak ada efek samping jangka panjang dan tidak mengganggu hubungan seksual.
b.   Kerugian Tubektomi :
1)   Rasa sakit/ketidak nyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan
2)   Tidak bisa mempunyai anak lagi
c.    Efek samping
1)   Demam pasca operasi
2)   Rasa sakit pada lokasi pembedahan
3)   Perdarahan superfisial
d.   Tempat mendapatkan pelayanan kontrasepsi Tubektomi
Di rumah sakit


e.    Yang perlu  diingat
1)   bagi  wanita usia subur berumur diatas 26 tahun , dan  sudah punya anak cukup ( 2 anak ), anak terkecil harus berusia minimal 5 tahun.
2)   Puasa mulai tengah malam sebelum operasi, atau sekurang-kurangnya 6 jam sebelum operasi. Bagi calon akseptor yang menderita Maag (kelaianan lambung agar makan obat maag sebelum dan sesudah puasa
3)   Mandi dan membersihkan daerah kemaluan dengan sabun mandi sampai
4)               Harus mendapatkan persetujuan dari masing-masing pasangan

Langkah konseling KB dengan SATU TUJU
SA       : Sapa dan Salam
Sapa klien secara terbuka dan sopan
Beri perhatian sepenuhnya
Bangun percaya diri klien
Tanyakan apa yang perlu dibantu
T          : Tanya
Tanyakan informasi tentang dirinya
Bantu klien mengetahui pengalaman KB
Tanyakan kontrasepsi yang ingin digunakan
U         : Uraikan
Uraikan pada klien mengenai pilihannya
Bantu klien pada jenis kontrasepsi yang paling dia ingini
TU       : Bantu
  Bantu klien berfikir apa yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya
  Tanyakan apakan pasangan mendukung dengan pilihannya




BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Asal kata “kontra”
berarti mencegah atau melawan dan “konsepsi” yang berarti pertemuan antara sel telur yang matang dan selsperma yang mengakibatkan. Kehamilan Kontrasepsiusaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan. Usaha-usaha itu dapat bersifat sementara,dapat pula bersifat permanen.Efektivitas kontrasepsi adalah keunggulan carakontrasepsi tertentudalam mencegah kehamilan dalam kenyataan penggunaan sehari-hari dayaguna kontrasepsi terdiri atas daya gunateoritis atau fisiologik (theoreticaleffectiveness),daya guna pemakaian (use effectiveness) dan dayagunademografik (demografic effectiveness).Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007).Efek samping adalah perubahan fisik atau psikis yang timbul akibatdari penggunaan alat/obat kontrasepsi, tetapi tidak berpengaruh seriusterhadap kesehatan klien (BKKBN, 2002).
Pembinaan praktek akseptor KB melalui konseling :
1.    Kondom
2.    Pil
3.    Suntik
4.    AKDR





DAFTAR PUSTAKA


Affandi, B, 2006. Panduan praktis pelayanan Kontarasepsi. Jakarta
NRC-POGI, 1996. Buku Acuan Nasional Pelayanan Keluarga Berncana
Arjoso, S, 2005. Rencana Strategi BKKBN
Manuaba, I. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
 Soepardan, S. 2007. Konsep Kebidanan. Jakarta : EGC
Sri, Handayani, 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Pustaka Rihama, Yogyakarta




1 komentar: