Kamis, 16 April 2015

TUGAS ILMU TUMBUH KEMBANG


TUGAS ILMU TUMBUH KEMBANG
OBESITAS PADA ANAK







KELOMPOK 13 :

MARSELINA
SUKMAWATI
ROSLIA
NUZIANA NASIR










STIKES MEGA REZKY MAKASSAR
JURUSAN KEBIDANAN
2014



KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kami nikmat sehat jasmani dan rohani sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini .
Rasa terima kasih juga kami ucapkan kepada dosen  yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menambah wawasan kami.
Dalam Makalah ini berisikan tentang OBESITAS PADA ANAK, kami mengharapkan kritik dan saran agar kami dapat lebih baik. Semoga makalah ini dapat berguna bagi  pembaca dan khususnya bagi penulis.









Makassar, 6 April  2015







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………..
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………..
A.    LATAR BELAKANG …………………………………………………………………..
B.     RUMUSAN MASALAH ………………………………………………………………..
C.     TUJUAN PENULISAN …………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………….
A.PENGERTIAN OBESITA ………………………………………………………………...
B. PENYEBABA DAN PENANGANAN OBESITAS PADA ANAK ……………………..
C. DAMPAK OBESITSA ……………………………………………………………………
D.TATA LAKSANA OBESITAS PADA ANAK ……………………………………………
1.      TUJUAN …………………………………………………………………………..
2.      PENGATURAN MAKAN ………………………………………………………..
3.      MODIFIKASI PRILAKU …………………………………………………………
4.      AKTIFITAS FISIK DAN OLAHRAGA ………………………………………….
5.      PARTISISPASIH ORANG TUA ………………………………………………….
E.CARA MENCEGAH OBESITAS PADA ANAK ………………………………………….
BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………
      A.    KESIMPULAN ……………………………………………………………………………
      B.     SARAN …………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA

 


BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
            Di Indonesia terutama di kota besar prevalensi obesitas pada anak dari tahun ke tahun semakin bertambah. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas pada Balita baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Perubahan gaya hidup karena pengaruh globalisasi mempengaruhi pola makan dan perkembangan teknologi menurunkan aktifitas anak. Berbagai macam makanan siap santap yang mengandung tinggi energy, tinggi lemak dipertokoan dan berbagai sarana elektronik yang menyebabkan kurang aktifitas tersedia di sekitar kita.
            Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di masyarakat kita dewasa ini. Di Amerika, Obesitas Pada Anak dikatakan telah meningkat sebesar 3 kali lipat selama 30 tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia sendiri masalah ini juga meningkat tajam sebesar 2 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.
            Sayangnya, walaupun masalah ini sudah dapat dikatakan berada pada taraf yang mengkhawatirkan, baik pemerintah, masyarakat maupun para orang tua masih belum memahami bahaya dari kondisi ini pada si anak. Sebagian besar dari mereka tidak atau belum mengerti bahwa obesitas pada anak dapat membawa dampak yang sangat serius bagi si penderitanya.
            Keadaan ekonomi yang membaik membuat orang tua cenderung bangga mempunyai anak yang gemuk. Persepsi orang tua yang keliru tersebut akan membuat masalah yang besar dan memprihatinkan karena obesitas merupakan keadaan penyebab terjadinya resiko resiko yang berhubungan dengan berbagai macam penyakit pada anak dan remaja dan dapat berlanjut pada masa tua. Obesitas pada anak dapat dihubungkan dengan hiperinsulin, hiperlipid, hipertensi dan intoleransi karbohidrat. Bahkan obesitas pada anak berhubungan dengan penyakit jantung koroner di masa usia lanjut.
                                                   
            Obesitas pada anak sampai kini masih merupakan masalah, hal ini disebabkan oleh etiologinya yang kompleks dan multi faktor. Penanganan obesitas anak haruslah terpadu antara semua aspek etiologi.Semakin dini penanganan obesitas pada anak akan memberikan hasil yang lebih baik. Penanganan obesitas pada anak lebih sulit dari pada obesitas dewasa. Pengaturan makan untuk penurunan berat badan anak arus memperhatikan bahwa anak masih dalam proses tumbuh dan berkembang. Anjuran makanan untuk mendapatkan berat badan yang stabil atau turun secara bertahap harus mencukupi kebutuhan semua zat gizi meskipun seringkali anak mempunyai jenis makanan yang disukai atau tak disukai sehingga membatasi variasi makanan yang dapat dikonsumsi.
            Survei menunjukkan tren yang mencemaskan di kalangan anak-anak. Meningkatnya obesitas mengarah ke meningkatnya tekanan darah tinggi. ”Kalau tren yang meningkat pada tekanan darah tinggi ini tidak dihentikan, kita dapat menghadapi ledakan kasus penyakit kardiovaskular baru di kalangan remaja dan orang dewasa,” demikian peringatan Dr. Rebecca Din-Dzietham dari Morehouse School of Medicine di Atlanta, Georgia. 

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan Obesitas?
2. Faktor apa saja yang bisa menyebabkan Obesitas ?
3. Bagaimana cara penanganan anak yang Obesitas?




C. TUJUAN PENULISAN
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1.     Memahami konsep dan karakterisitik Obesitas
2.     Mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Obesitas
3.     Mengetahui upaya-upaya apa saja yang harus dilakukan agar pertumbuhan anak bisa berkembang dengan baik dan sehat.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN OBESITAS

            Overweight adalah berat badan melebih standar berat badan menurut tinggi badan, meningkatnya otot tubuh atau jaringan lemak atau keduanya.

            Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak dibawah kulit yang berlebihan dan terdapat di seluruh tubuh. Obesitas seringkali dihubungkan dengan overweight, walaupun tidak selalu identik oleh karena obesitas mempunyai ciri ciri tersendiri.

            Secara klinis obesitas dengan mudah dapat dikenali karena mempunyai tanda dan gejala yang khas, yaitu: wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada mengembung dengan payudara yang membesar mengandung jaringan lemak, perut membuncit, kedua tungkai pada umumnya berbentuk x. Pada anak laki laki penis tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik, pada anak perempuan indikasi menstruasi dini.

            Kelebihan berat badan pada anak yang tidak wajar saat seumuran balita yang disebabkan menumpuknya kadar lemak yang tidak sedikit.orang tua pasti tidak menyadari bahwa di tubuh anak mereka yang gemuk sudah mengancam kesehatan anak tersebut.
            Namun tidak semua anak yang gemuk dikategorikan sebagai anak yang memiliki obesitas.banyak juga anak yang memiliki kerangka tubuh lebih besar dari rata-rata,selain itu juga memiliki kadar lemak yang lebih tinggi pada masa pertunbuhanya. jadi akan kelihata seperti anak yang memiliki obesitas.perlu diketahui obesitas pada anak tidak bisa dilihat dari ukuran badan anak tersebut.dalam hali ini dokter berperan penting untuk memeriksa apakah anak itu termasuk anak yang memiliki obesitas.
            Apakah anak anda termasuk anak yang memiliki obesitas? Dengan bantuan dokter anda akan tahu anak apakah anak anda memiliki obesitas atau kegemukan. Untuk hal ini dokter akan menghitung indeks masa tubuh anak anda (BMI).BMI akan menunjukan apakah anak anda memiliki berat yang berlebihan sesuai usia dan tinggi badannya. Dokter menggunakan grafik pertumbuhan,dengan membandingkan BMI anak anda dengan BMI anak lain seusianya yang berjenis kelamin sama.Jadi, misalnya,  bila anda diberitahu bahwa anak anda berada di persentil 80 artinya 80 persen anak lain seusianya yang berjenis kelamin sama memiliki BMI lebih rendah darinya. Obesitas atau masalah berat badan termasuk  masalah yang yang cukup mencemaskan tidak  hanya pada anak balita namun juga khusunya dikalangan anak remaja maupun dewasa. Kelebihan berat badan menjadi salah satu alasan yang kuat untuk mereka menarik lawan jenisnya. Hal ini semakin diperparah dengan munculnya berbagai iklan di televisi yang banyak menjual produk yang  prioritasnya menampilkan postur tubuh yang ideal,ramping dan proposional. Berbagai carapun dilakukan mereka untuk memiliki tubuh yang berotot,kekar dan ideal. Hal ini terlihat dari aktifitas mereka yang menuju kearah untuk menurunkan berat badan seperti berolahraga. Namun tidak sedikit pula mereka yang mengeluarkan uang banyak untuk membeli obat-obatan,dan peralatan olahraga yang bertujuan untuk menurunkan berat badan mereka. Obesitas cukup berpengaruh dalam hidup mereka,tidak sedikit pula anak yang memiliki reaksi berlebihan,sehingga membuat mereka menjadi  frustasi, meskipun banyak cara  dilakukan mereka untuk menurunkan berat badan seperti melakukan diet ketat,membeli obat-obatan dan juga alat untuk berolahraga. Namun berat badan mereka tak kunjung menyusut. Para  ahli meneliti  Obesitas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor genetik, disfungsi salah satu bagian otak, polamakan yang berlebih, kurang gerak atau olahraga, emosi, dan faktor lingkungan.

B.    PENYEBAB DAN PENANGANAN OBESITAS PADA ANAK
            Ada berbagai penyebab yang membuat seorang anak mengalami berat berlebih. Mengetahui dan mengenal penyebab tersebut, dapat membantu Anda untuk mencari solusi dan cara penanganan yang tepat untuk masalah yang dihadapi anak Anda.
Berikut beberapa penyebab dan penanganan obesitas untuk Anda pelajari:
1. Kebiasaan Makan yang Buruk
            Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-bijian (grains) dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun makanan kemasan, memiliki kecenderungan untuk memiliki berat berlebih karena makanan tersebut merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang rendah.
            Penanganan: Merubah pola makan menjadi pola makan yang sehat. Batasi tingkat konsumsi fast food dan semacamnya. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan menu bergizi lainnya.
2. Faktor Keturunan
            Obesitas bisa diturunkan oleh orang tua. Jadi seorang anak yang memiliki orang tua atau keluarga yang mengalami obesitas juga berpotensi untuk mengalami hal sama. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa faktor keturunan tidak lantas membuat seseorang memiliki berat berlebih. Hal ini akan muncul jika si anak mengkonsumsi kalori berlebih dari jumlah yang seharusnya ia konsumsi.
            Penanganan: Melakukan diet makanan agar jumlah kalori, lemak maupun zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi setiap harinya dan tidak berlebihan.
3. Tidak Aktif  Secara Fisik
            Teknologi modern banyak memaksa anak-anak kita untuk lebih banyak duduk diam menghabiskan waktu mereka di depan layar komputer maupun televisi sehingga mereka tidak banyak bergerak. Jika konsumsi kalori dan lemak mereka berlebih, padahal tubuh tidak membakarnya, maka obesitas pada anak akan terjadi pada mereka.
            Penanganan: Latih anak untuk aktif bergerak. Kurangi jatah main game atau nonton TV dan ganti dengan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan olahraga yang mereka sukai.

C. Dampak Obesitas
1. Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler
2.Diabetes Mellitus tipe-2
3. Obstruktive sleep apnea
4. Gangguan ortopedik
5. Pseudotumor serebri

D.     TATA LAKSANA OBESITAS ANAK

1.      TUJUAN

            Tujuan utama tata laksana obesitas pada anak dan remaja adalah menyadarkan tentang pola makan yang berlebihan dan aktivitas yang kurang serta memberikan motivasi untuk memodifikasi perilaku anak dan orang tua. Tujuan jangka panjang adalah perubahan gaya hidup yang menetap.

2.      PENGATURAN MAKAN.

a.    Pada bayi.
-      Sebaiknya diberikan ASI eksklusif, bila menggunakan susu formula perhatikan takaran dan volume pemberian susu.
-      makanan padat tidak boleh diberikan kurang dari 4 bulan; bayi mulai diperkenalkan minum dengan cangkir umur 7 -8 bulan, botol mulai dihilangkan umur 1 tahun.
-      Pemberian sayur dan buah jangan sampai terputus.

b.    Anak usia pra sekolah (1 - 3 th).
-      Hindari makan gorengan (krupuk, keripik, dll) dan penambahan lemak untuk memasak. (mi sal : santan, minyak, margarine)
-      Pilih daging yang tidak berlemak.
-      Lebih baik gunakan margarine, keju yang rendah lemak
-      Hindari penambahan gula pada makanan dan minuman, pemanis buatan
(mis : aspartame) bisa digunakan bila perlu.
-      Hindari coklat, permen, cake, biskuit, kue kue dan makanan lain sejenis.
-      Berikan sayuran setiap makan dan buah untuk makanan selingan.
-      Gunakan susu rendah lemak atau tanpa lemak.

Pada usia ini (0 - 3 th) tidak perlu diberikan pengurangan kalori dari kebutuhannya, bayi/anak akan mengalami penurunan BB secara spontan sesuai dengan pertumbuhannnya. Pengurangan kalori dibawah kebutuhan jika tidak dirancang dengan baik dapat menimbulkan defisiensi zat gizi yang mungkin dapat menghambat tumbuh kembang anak yang masih pesat terutama tumbuh kembang otak.

c.    Anak usia sekolah (4 - 6 th).
Hal hal yang dianjurkan sama dengan anak usia pra sekolah. Energi diberikan sesuai kebutuhan. Dalam keadaan yang terpaksa, misal pernafasan terganggu, susah bergerak diberikan pengurangan kalori dengan pengawasan yang ketat.

d.    Anak usia remaja.
Target penurunan berat badan dapat direncanakan setiap kunjungan, biasanya 1 - 2 kg/ bulan. Penurunan asupan kalori diberikan bertahap sekitar 300 - 500 Kalori dari asupan makanan sehari-hari .
Penurunan berat badan tidak perlu menghilangkan seluruh kelebihan berat abdan karena pertumbuhan linier masih berlangsung, penurunan berat badan cukup sampai berat badan berada 20 % diatas berat badan ideal.

3.      MODIFIKASI PERILAKU.

a. Monitor diri sendiri, anak dilatih untuk memonitor asupan makan dan aktivitas fisik, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak dan keluarga terhadap gizi dan kegiatan fisik
b. Stimulus kontrol, bermacam macam kejadian yang memicu keinginan makan atau makan berlebihan, contoh : makan sambil menonton TV, makanan dihidangkan di meja. Strategi: TV tidak dipasang di kamar makan, makanan disimpan di lemari untuk meminimalkan penglihatan terhadap makanan.
c. Perubahan perilaku, contoh: kebiasaan makan cepat dirubah perlahan lahan, mengontrol besar porsi sehingga merasa puas dengan besar porsi sedang dan meminimalkan snack.
d. Memberikan imbalan apabila anak berhasil menurunkan berat badan.
e.Tehnik perilaku kognitif, yaitu mengembangkan teknik pemecahan masalah, seperti merencanakan untuk situasi dengan resiko tinggi, misal pada waktu liburan, atau pesta/ pertemuan untuk menekankan agar tidak makan berlebihan.


4.      AKTIFITAS FISIK DAN OLAH RAGA.

a.    Frekuensi olah raga 3-5 kali per minggu.
b.    Lama olah raga, pemanasan 15 menit, ditambah 30-40 menit.
c.    Jenis olah raga : jalan, berenang.
d.    Sesuai dengan hobi anak, tennis, menari, basket, dll.
e.    Menambah kegiatan/aktifitas fisik, misal berangkat sekolah jalan kaki, lebih baik naik tanga dari pada menggunakan lift.
f.    Mengurangi aktifitas yang pasif, misal menonton TV, bermain videogame, membaca buku, dll. (maksimal 2 jam sehari).

5.       PARTISIPASI ORANG TUA.

            Orang tua adalah contoh yang terbaik bagi anak. Sekurang kurangnya salah satu orang tua ikut secara intesif dalam program perawatan anak. Penelitian menapatkan bahwa kelompok anak yang orang tua ikut berpartisipasi, berat badannya turun lebih banyak dan tetap stabil.

E.    CARA MENCEGAH OBESITAS ANAK
  • Dengan membatasi minuman dan makan yang mengandung kadar kalori dan gula yang tinggi,seperti coklat,minuman bersoda,biskuit,kue dan es krim.dengan mengganti buah-buahan dan sayur-sayuran seperti jus buah,agar-agar,kripik sayur dan susu rendah lemak.
  • Jika anda masak sendiri,usahakan untuk dibakar atau dikukus.ayam,ikan,sosis.dengan cara ini makanan anda akan terlihat enak namun juga rendah lemak.
  • Dengan perilaku makan orang tua dapat ditiru oleh anaknya,jadi biasakan memberi contoh yang baik pada anak anda dengan cara makan anda sendiri.
  • Mengajarkan anak  untuk makan lebih lambat dan menikmatinya,karena makan dengan pelan cenderung akan membuat anak akan merasa lebih cepat kenyang dan tidak akan makan berlebihan.
  • melakukan makan bersama secara keluarga sesering mungkin.
  • Makanan cepat  saji sangat tidak baik untuk di konsumsi secara berlebihan.jadi jangan jadikan makanan cepat  saji sebagai rutin mingguan.
  • Makan sambil beraktifitas jangan biarkan anak anda makan makanan ringan sambil,menonton tv,juga saat melakukan pekerjaan rumah.
  • ingatkan pada anak anda untuk selalu memilih makan yang sehat,misalnya pada saat membeli  makanan diluar.contoh:lebih memilih gado-gado dari pada membeli sate kambing.
  • berikan batasan waktu anak anda untuk menonton tv dan bermain komputer.melatih anak untuk melakukan kegiatan fisik selama 60 menit setiap hari.
  • Melakukan acara olahraga keluarga seperti jalan kaki,bulu tangkis naik sepeda bisa juga berenang.
  • Mendorong anak untuk berjalan kaki atau bersepeda pada saat bersekolah.

            Jika anda berniat untuk tidak menambah berat badan atau terhindar dari obesitas .maka fokuslah pada gaya hidup aktif yang mencakup  makanan yang enak tapi tetap sehat dan rendah kalori.










BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Pertumbuhan adalah setiap perubahan dari tubuh yang berhubungan dengan bertambahnya ukuran tubuh baik fisik (anatomis) maupun struktural dalam arti sebagian atau menyeluruh. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan (skill), struktur, dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.
Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu. Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron pada setiap individu.
Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor dimulai dari faktor internal (genetik), prenatal, sampai postnatal. Untuk mendapatkan tumbuh kembang anak yang optimal maka petugas kesehatan maupun orangtua anak diharapkan mengetahui faktor-faktor tersebut.

Penanggulangan obesitas pada anak lebih sulit dibandingkan obesitas dewasa, karena penyebab obesitas yang multifaktorial dan anak yang masih dalam taraf tumbuh kembang. Penurunan berat badan bukanlah tujuan yang utama dalam penanganan obesitas anak. Perubahan pola makan dan peri laku hidup sehat lebih diutamakan untuk mendapatkan hasil yang menetap. Penanggulangan obesitas anak sebaiknya dilakukan secara terapadu antara dokter anak, dietisien, psikolog dan petugas kesehatan lain. Peran serta orang tua memegang peranan penting dalam penangan anak obesitas. Pencegahan sebaiknya dilakukan sebelum anak menjadi obesitas karena pencegahan lebih mudah daripada pengobatan. Pencegahan harus dimulai sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga.

Seringkali banyak orangtua menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat, gemuk dan terlihat lucu. Sekilas anak yang gemuk memang terlihat lucu dan menggemaskan, bahkan ada ungkapan jikalau anak gemuk berarti sehat. Tak heran jika banyak produk kesehatan ataupun makanan untuk anak atau balita lebih menekankan pada upaya menambah berat.
Pola pemahaman seperti itu mungkin tidak berlaku, karena anak gemuk mempunyai faktor risiko bagi kesehatan. Indikator kesehatan bagi anak atau balita juga tidak hanya ditentukan melalui berat badan. Berat badan yang berlebih biasa disebut dengan obesitas, obesitas dikhawatirkan memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan anak.

B.    SARAN
Jadikan kebiasaan yang sehat sebagai hal wajib bagi keluarga. Jika Anda melakukannya, kebiasaan itu akan menjadi pola hidup bagi anak-anak Anda, yang akan terbawa hingga dewasa.
APA YANG DAPAT ORANG TUA LAKUKAN?
Beli dan sajikan lebih banyak buah dan sayuran daripada makanan yang siap olah.
Batasi minuman ringan, minuman yang manis-manis, dan camilan manis yang kaya lemak. Sebaliknya, berikan air atau susu rendah lemak dan camilan yang sehat.
Memasaklah dengan metode rendah lemak, seperti memanggang dan mengukus, ketimbang menggoreng.
Sajikan makanan dalam porsi yang lebih kecil.
Jangan gunakan makanan sebagai upah atau suap.
Jangan sampai anak tidak sarapan, karena dapat membuat mereka makan berlebihan setelah itu.
Makanlah di meja makan. Makan di depan TV atau layar komputer membuat orang tidak menyadari seberapa banyak yang dikonsumsi dan apakah ia sudah kenyang.
Anjurkan gerak badan, seperti bersepeda, main bola, dan lompat tali.
Batasi waktu untuk menonton televisi, menggunakan komputer, dan bermain video game.
Rencanakan kegiatan keluarga yang aktif di luar rumah, seperti pergi ke kebun binatang, berenang, atau bermain di taman.
Suruhlah anak-anak melakukan pekerjaan fisik.
Berilah contoh dalam pola makan yang sehat dan olahraga.











DAFTAR PUSTAKA
Suryo. (1990). Obesitas Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
http://aslinar.blogspot.com/2011/05/obesitas-pada-anak.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar