TUGAS ILMU TUMBUH KEMBANG
OBESITAS PADA ANAK

KELOMPOK 13 :
MARSELINA
SUKMAWATI
ROSLIA
NUZIANA
NASIR
STIKES MEGA REZKY MAKASSAR
JURUSAN KEBIDANAN
2014
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan
Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kami nikmat sehat jasmani dan
rohani sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini .
Rasa terima
kasih juga kami ucapkan kepada dosen yang telah memberikan kesempatan
kepada kami untuk menambah wawasan kami.
Dalam Makalah ini berisikan tentang “OBESITAS PADA ANAK”, kami
mengharapkan kritik dan saran agar kami dapat lebih baik. Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca dan
khususnya bagi penulis.
Makassar, 6 April
2015
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
……………………………………………………………………..
DAFTAR ISI
……………………………………………………………………………….
BAB I PENDAHULUAN
…………………………………………………………………..
A. LATAR BELAKANG
…………………………………………………………………..
B. RUMUSAN MASALAH ………………………………………………………………..
C. TUJUAN PENULISAN
…………………………………………………………………
BAB
II PEMBAHASAN …………………………………………………………………….
A.PENGERTIAN
OBESITA ………………………………………………………………...
B. PENYEBABA DAN PENANGANAN OBESITAS PADA ANAK ……………………..
C. DAMPAK OBESITSA ……………………………………………………………………
D.TATA LAKSANA OBESITAS PADA ANAK ……………………………………………
1. TUJUAN
…………………………………………………………………………..
2. PENGATURAN MAKAN
………………………………………………………..
3. MODIFIKASI PRILAKU
…………………………………………………………
4. AKTIFITAS FISIK DAN OLAHRAGA ………………………………………….
5. PARTISISPASIH ORANG TUA ………………………………………………….
E.CARA
MENCEGAH OBESITAS PADA ANAK ………………………………………….
BAB III PENUTUP
……………………………………………………………………………
A. KESIMPULAN
……………………………………………………………………………
B. SARAN
…………………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di Indonesia terutama di kota besar prevalensi obesitas pada anak dari tahun ke
tahun semakin bertambah. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) menunjukkan
peningkatan prevalensi obesitas pada Balita baik di daerah pedesaan maupun
perkotaan. Perubahan gaya hidup karena pengaruh globalisasi mempengaruhi pola
makan dan perkembangan teknologi menurunkan aktifitas anak. Berbagai macam
makanan siap santap yang mengandung tinggi energy, tinggi lemak dipertokoan dan
berbagai sarana elektronik yang menyebabkan kurang aktifitas tersedia di
sekitar kita.
Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di
masyarakat kita dewasa ini. Di Amerika, Obesitas Pada Anak dikatakan telah meningkat
sebesar 3 kali lipat selama 30 tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia sendiri
masalah ini juga meningkat tajam sebesar 2 kali lipat dalam sepuluh tahun
terakhir.
Sayangnya, walaupun masalah ini sudah dapat dikatakan berada pada taraf yang
mengkhawatirkan, baik pemerintah, masyarakat maupun para orang tua masih belum
memahami bahaya dari kondisi ini pada si anak. Sebagian besar dari mereka tidak
atau belum mengerti bahwa obesitas pada anak dapat membawa dampak
yang sangat serius bagi si penderitanya.
Keadaan ekonomi yang membaik membuat
orang tua cenderung bangga mempunyai anak yang gemuk. Persepsi orang tua yang
keliru tersebut akan membuat masalah yang besar dan memprihatinkan karena
obesitas merupakan keadaan penyebab terjadinya resiko resiko yang berhubungan
dengan berbagai macam penyakit pada anak dan remaja dan dapat berlanjut pada
masa tua. Obesitas pada anak dapat dihubungkan dengan hiperinsulin, hiperlipid,
hipertensi dan intoleransi karbohidrat. Bahkan obesitas pada anak berhubungan
dengan penyakit jantung koroner di masa usia lanjut.
Obesitas pada anak sampai kini masih merupakan masalah, hal ini disebabkan oleh
etiologinya yang kompleks dan multi faktor. Penanganan obesitas anak haruslah
terpadu antara semua aspek etiologi.Semakin dini penanganan obesitas pada anak
akan memberikan hasil yang lebih baik. Penanganan obesitas pada anak lebih
sulit dari pada obesitas dewasa. Pengaturan makan untuk penurunan berat badan
anak arus memperhatikan bahwa anak masih dalam proses tumbuh dan berkembang.
Anjuran makanan untuk mendapatkan berat badan yang stabil atau turun secara
bertahap harus mencukupi kebutuhan semua zat gizi meskipun seringkali anak
mempunyai jenis makanan yang disukai atau tak disukai sehingga membatasi variasi
makanan yang dapat dikonsumsi.
Survei menunjukkan tren yang mencemaskan di kalangan anak-anak. Meningkatnya
obesitas mengarah ke meningkatnya tekanan darah tinggi. ”Kalau tren yang
meningkat pada tekanan darah tinggi ini tidak dihentikan, kita dapat menghadapi
ledakan kasus penyakit kardiovaskular baru di kalangan remaja dan orang
dewasa,” demikian peringatan Dr. Rebecca Din-Dzietham dari Morehouse
School of Medicine di Atlanta, Georgia.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan
Obesitas?
2. Faktor apa saja yang bisa
menyebabkan Obesitas ?
3. Bagaimana cara penanganan anak
yang Obesitas?
C. TUJUAN PENULISAN
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1. Memahami konsep
dan karakterisitik Obesitas
2. Mengetahui
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Obesitas
3. Mengetahui upaya-upaya apa
saja yang harus dilakukan agar pertumbuhan
anak bisa berkembang dengan baik dan sehat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN OBESITAS
Overweight adalah
berat badan melebih standar berat badan menurut tinggi badan, meningkatnya otot
tubuh atau jaringan lemak atau keduanya.
Obesitas adalah
akumulasi jaringan lemak dibawah kulit yang berlebihan dan terdapat di seluruh
tubuh. Obesitas seringkali dihubungkan dengan overweight, walaupun tidak selalu
identik oleh karena obesitas mempunyai ciri ciri tersendiri.
Secara klinis obesitas dengan mudah dapat dikenali karena mempunyai tanda dan
gejala yang khas, yaitu: wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher
relatif pendek, dada mengembung dengan payudara yang membesar mengandung
jaringan lemak, perut membuncit, kedua tungkai pada umumnya berbentuk x. Pada
anak laki laki penis tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik,
pada anak perempuan indikasi menstruasi dini.
Kelebihan berat badan pada anak yang tidak wajar saat seumuran balita yang
disebabkan menumpuknya kadar lemak yang tidak sedikit.orang tua pasti tidak
menyadari bahwa di tubuh anak mereka yang gemuk sudah mengancam kesehatan anak
tersebut.
Namun tidak semua anak yang gemuk dikategorikan sebagai anak yang
memiliki obesitas.banyak juga anak yang memiliki kerangka tubuh lebih
besar dari rata-rata,selain itu juga memiliki kadar lemak yang lebih tinggi
pada masa pertunbuhanya. jadi akan kelihata seperti anak yang memiliki
obesitas.perlu diketahui obesitas pada anak tidak bisa dilihat dari
ukuran badan anak tersebut.dalam hali ini dokter berperan penting untuk
memeriksa apakah anak itu termasuk anak yang memiliki obesitas.
Apakah anak anda termasuk anak yang memiliki obesitas? Dengan bantuan dokter anda
akan tahu anak apakah anak anda memiliki obesitas atau kegemukan. Untuk hal ini
dokter akan menghitung indeks masa tubuh anak anda (BMI).BMI akan menunjukan
apakah anak anda memiliki berat yang berlebihan sesuai usia dan tinggi
badannya. Dokter menggunakan grafik pertumbuhan,dengan membandingkan BMI anak
anda dengan BMI anak lain seusianya yang berjenis kelamin sama.Jadi, misalnya,
bila anda diberitahu bahwa anak anda berada di persentil 80 artinya 80
persen anak lain seusianya yang berjenis kelamin sama memiliki BMI lebih rendah
darinya. Obesitas atau masalah berat badan termasuk masalah
yang yang cukup mencemaskan tidak hanya pada anak balita namun juga
khusunya dikalangan anak remaja maupun dewasa. Kelebihan berat badan menjadi
salah satu alasan yang kuat untuk mereka menarik lawan jenisnya. Hal ini
semakin diperparah dengan munculnya berbagai iklan di televisi yang banyak
menjual produk yang prioritasnya menampilkan postur tubuh yang
ideal,ramping dan proposional. Berbagai carapun dilakukan mereka untuk memiliki
tubuh yang berotot,kekar dan ideal. Hal ini terlihat dari aktifitas mereka yang
menuju kearah untuk menurunkan berat badan seperti berolahraga. Namun tidak
sedikit pula mereka yang mengeluarkan uang banyak untuk membeli obat-obatan,dan
peralatan olahraga yang bertujuan untuk menurunkan berat badan
mereka. Obesitas cukup berpengaruh dalam hidup mereka,tidak sedikit pula
anak yang memiliki reaksi berlebihan,sehingga membuat mereka menjadi
frustasi, meskipun banyak cara dilakukan mereka untuk menurunkan
berat badan seperti melakukan diet ketat,membeli obat-obatan dan juga alat
untuk berolahraga. Namun berat badan mereka tak kunjung menyusut. Para
ahli meneliti Obesitas disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya faktor genetik, disfungsi salah satu bagian otak, polamakan
yang berlebih, kurang gerak atau olahraga, emosi, dan faktor lingkungan.
B. PENYEBAB DAN PENANGANAN OBESITAS PADA ANAK
Ada berbagai penyebab yang membuat seorang anak mengalami berat berlebih.
Mengetahui dan mengenal penyebab tersebut, dapat membantu Anda untuk mencari
solusi dan cara penanganan yang tepat untuk masalah yang dihadapi anak Anda.
Berikut beberapa penyebab dan
penanganan obesitas untuk Anda pelajari:
1. Kebiasaan Makan yang Buruk
Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-bijian
(grains) dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun makanan kemasan,
memiliki kecenderungan untuk memiliki berat berlebih karena makanan tersebut
merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang
rendah.
Penanganan: Merubah
pola makan menjadi pola makan yang sehat. Batasi tingkat konsumsi fast food dan
semacamnya. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan menu bergizi lainnya.
2. Faktor Keturunan
Obesitas bisa diturunkan oleh orang tua. Jadi seorang anak yang memiliki orang
tua atau keluarga yang mengalami obesitas juga berpotensi untuk mengalami hal
sama. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa faktor keturunan tidak lantas membuat
seseorang memiliki berat berlebih. Hal ini akan muncul jika si anak
mengkonsumsi kalori berlebih dari jumlah yang seharusnya ia konsumsi.
Penanganan: Melakukan
diet makanan agar jumlah kalori, lemak maupun zat lain yang dibutuhkan oleh
tubuh terpenuhi setiap harinya dan tidak berlebihan.
3. Tidak Aktif Secara Fisik
Teknologi modern banyak memaksa anak-anak kita untuk lebih banyak duduk diam
menghabiskan waktu mereka di depan layar komputer maupun televisi sehingga
mereka tidak banyak bergerak. Jika konsumsi kalori dan lemak mereka berlebih,
padahal tubuh tidak membakarnya, maka obesitas pada anak akan
terjadi pada mereka.
Penanganan: Latih
anak untuk aktif bergerak. Kurangi jatah main game atau nonton TV dan ganti
dengan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan olahraga yang mereka sukai.
C. Dampak Obesitas
1. Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler
2.Diabetes Mellitus tipe-2
3. Obstruktive sleep apnea
4. Gangguan ortopedik
5. Pseudotumor serebri
1. Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskuler
2.Diabetes Mellitus tipe-2
3. Obstruktive sleep apnea
4. Gangguan ortopedik
5. Pseudotumor serebri
D. TATA LAKSANA OBESITAS ANAK
1.
TUJUAN
Tujuan utama tata laksana obesitas pada anak dan remaja adalah menyadarkan
tentang pola makan yang berlebihan dan aktivitas yang kurang serta memberikan
motivasi untuk memodifikasi perilaku anak dan orang tua. Tujuan jangka panjang
adalah perubahan gaya hidup yang menetap.
2.
PENGATURAN MAKAN.
a. Pada bayi.
- Sebaiknya
diberikan ASI eksklusif, bila menggunakan susu formula perhatikan takaran dan
volume pemberian susu.
- makanan
padat tidak boleh diberikan kurang dari 4 bulan; bayi mulai diperkenalkan minum
dengan cangkir umur 7 -8 bulan, botol mulai dihilangkan umur 1 tahun.
- Pemberian sayur dan
buah jangan sampai terputus.
b. Anak usia pra sekolah (1 - 3 th).
- Hindari
makan gorengan (krupuk, keripik, dll) dan penambahan lemak untuk memasak. (mi
sal : santan, minyak, margarine)
- Pilih daging yang tidak
berlemak.
- Lebih baik gunakan
margarine, keju yang rendah lemak
- Hindari penambahan gula
pada makanan dan minuman, pemanis buatan
(mis :
aspartame) bisa digunakan bila perlu.
- Hindari coklat, permen,
cake, biskuit, kue kue dan makanan lain sejenis.
- Berikan sayuran setiap
makan dan buah untuk makanan selingan.
- Gunakan susu rendah
lemak atau tanpa lemak.
Pada usia ini (0 - 3 th) tidak perlu diberikan pengurangan
kalori dari kebutuhannya, bayi/anak akan mengalami penurunan BB secara spontan
sesuai dengan pertumbuhannnya. Pengurangan kalori dibawah kebutuhan jika tidak
dirancang dengan baik dapat menimbulkan defisiensi zat gizi yang mungkin dapat
menghambat tumbuh kembang anak yang masih pesat terutama tumbuh kembang otak.
c. Anak usia sekolah (4 - 6 th).
Hal hal yang dianjurkan sama dengan anak usia pra sekolah.
Energi diberikan sesuai kebutuhan. Dalam keadaan yang terpaksa, misal
pernafasan terganggu, susah bergerak diberikan pengurangan kalori dengan
pengawasan yang ketat.
d. Anak usia remaja.
Target penurunan berat badan dapat direncanakan setiap
kunjungan, biasanya 1 - 2 kg/ bulan. Penurunan asupan kalori diberikan bertahap
sekitar 300 - 500 Kalori dari asupan makanan sehari-hari .
Penurunan berat badan tidak perlu menghilangkan seluruh
kelebihan berat abdan karena pertumbuhan linier masih berlangsung, penurunan
berat badan cukup sampai berat badan berada 20 % diatas berat badan ideal.
3.
MODIFIKASI PERILAKU.
a. Monitor
diri sendiri, anak dilatih untuk memonitor asupan makan dan aktivitas fisik,
hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak dan keluarga terhadap gizi
dan kegiatan fisik
b. Stimulus
kontrol, bermacam macam kejadian yang memicu keinginan makan atau makan
berlebihan, contoh : makan sambil menonton TV, makanan dihidangkan di meja.
Strategi: TV tidak dipasang di kamar makan, makanan disimpan di lemari untuk
meminimalkan penglihatan terhadap makanan.
c. Perubahan
perilaku, contoh: kebiasaan makan cepat dirubah perlahan lahan, mengontrol
besar porsi sehingga merasa puas dengan besar porsi sedang dan
meminimalkan snack.
d. Memberikan imbalan apabila anak berhasil menurunkan
berat badan.
e.Tehnik
perilaku kognitif, yaitu mengembangkan teknik pemecahan masalah, seperti
merencanakan untuk situasi dengan resiko tinggi, misal pada waktu liburan, atau
pesta/ pertemuan untuk menekankan agar tidak makan berlebihan.
4.
AKTIFITAS FISIK DAN OLAH RAGA.
a. Frekuensi olah raga 3-5 kali per
minggu.
b. Lama olah raga, pemanasan 15
menit, ditambah 30-40 menit.
c. Jenis olah raga : jalan, berenang.
d. Sesuai dengan hobi anak, tennis,
menari, basket, dll.
e. Menambah
kegiatan/aktifitas fisik, misal berangkat sekolah jalan kaki, lebih baik naik
tanga dari pada menggunakan lift.
f. Mengurangi
aktifitas yang pasif, misal menonton TV, bermain videogame, membaca buku, dll.
(maksimal 2 jam sehari).
5. PARTISIPASI ORANG TUA.
Orang tua adalah contoh yang terbaik bagi anak. Sekurang kurangnya salah satu
orang tua ikut secara intesif dalam program perawatan anak. Penelitian
menapatkan bahwa kelompok anak yang orang tua ikut berpartisipasi, berat
badannya turun lebih banyak dan tetap stabil.
E. CARA MENCEGAH
OBESITAS ANAK
- Dengan membatasi minuman dan makan yang mengandung kadar kalori dan gula yang tinggi,seperti coklat,minuman bersoda,biskuit,kue dan es krim.dengan mengganti buah-buahan dan sayur-sayuran seperti jus buah,agar-agar,kripik sayur dan susu rendah lemak.
- Jika anda masak sendiri,usahakan untuk dibakar atau dikukus.ayam,ikan,sosis.dengan cara ini makanan anda akan terlihat enak namun juga rendah lemak.
- Dengan perilaku makan orang tua dapat ditiru oleh anaknya,jadi biasakan memberi contoh yang baik pada anak anda dengan cara makan anda sendiri.
- Mengajarkan anak untuk makan lebih lambat dan menikmatinya,karena makan dengan pelan cenderung akan membuat anak akan merasa lebih cepat kenyang dan tidak akan makan berlebihan.
- melakukan makan bersama secara keluarga sesering mungkin.
- Makanan cepat saji sangat tidak baik untuk di konsumsi secara berlebihan.jadi jangan jadikan makanan cepat saji sebagai rutin mingguan.
- Makan sambil beraktifitas jangan biarkan anak anda makan makanan ringan sambil,menonton tv,juga saat melakukan pekerjaan rumah.
- ingatkan pada anak anda untuk selalu memilih makan yang sehat,misalnya pada saat membeli makanan diluar.contoh:lebih memilih gado-gado dari pada membeli sate kambing.
- berikan batasan waktu anak anda untuk menonton tv dan bermain komputer.melatih anak untuk melakukan kegiatan fisik selama 60 menit setiap hari.
- Melakukan acara olahraga keluarga seperti jalan kaki,bulu tangkis naik sepeda bisa juga berenang.
- Mendorong anak untuk berjalan kaki atau bersepeda pada saat bersekolah.
Jika anda berniat untuk tidak menambah berat badan atau terhindar
dari obesitas .maka fokuslah pada gaya hidup aktif yang mencakup
makanan yang enak tapi tetap sehat dan rendah kalori.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pertumbuhan adalah setiap perubahan dari tubuh yang
berhubungan dengan bertambahnya ukuran tubuh baik fisik (anatomis) maupun
struktural dalam arti sebagian atau menyeluruh. Perkembangan adalah
bertambahnya kemampuan (skill), struktur, dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.
Pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik,
sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu.
Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron pada setiap
individu.
Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor
dimulai dari faktor internal (genetik), prenatal, sampai postnatal. Untuk
mendapatkan tumbuh kembang anak yang optimal maka petugas kesehatan maupun
orangtua anak diharapkan mengetahui faktor-faktor tersebut.
Penanggulangan obesitas pada anak lebih sulit dibandingkan
obesitas dewasa, karena penyebab obesitas yang multifaktorial dan anak yang
masih dalam taraf tumbuh kembang. Penurunan berat badan bukanlah tujuan yang
utama dalam penanganan obesitas anak. Perubahan pola makan dan peri laku hidup
sehat lebih diutamakan untuk mendapatkan hasil yang menetap. Penanggulangan
obesitas anak sebaiknya dilakukan secara terapadu antara dokter anak,
dietisien, psikolog dan petugas kesehatan lain. Peran serta orang tua memegang
peranan penting dalam penangan anak obesitas. Pencegahan sebaiknya dilakukan
sebelum anak menjadi obesitas karena pencegahan lebih mudah daripada
pengobatan. Pencegahan harus dimulai sejak dini dengan menerapkan pola hidup
sehat dalam keluarga.
Seringkali banyak orangtua menginginkan anaknya tumbuh
dengan sehat, gemuk dan terlihat lucu. Sekilas anak yang gemuk memang terlihat
lucu dan menggemaskan, bahkan ada ungkapan jikalau anak gemuk berarti sehat.
Tak heran jika banyak produk kesehatan ataupun makanan untuk anak atau balita
lebih menekankan pada upaya menambah berat.
Pola pemahaman seperti itu mungkin tidak berlaku, karena
anak gemuk mempunyai faktor risiko bagi kesehatan. Indikator kesehatan bagi
anak atau balita juga tidak hanya ditentukan melalui berat badan. Berat badan
yang berlebih biasa disebut dengan obesitas, obesitas dikhawatirkan memberikan
dampak yang kurang baik bagi kesehatan anak.
B. SARAN
Jadikan kebiasaan yang sehat sebagai hal wajib bagi keluarga. Jika Anda melakukannya, kebiasaan itu akan menjadi pola hidup bagi anak-anak Anda, yang akan terbawa hingga dewasa.
Jadikan kebiasaan yang sehat sebagai hal wajib bagi keluarga. Jika Anda melakukannya, kebiasaan itu akan menjadi pola hidup bagi anak-anak Anda, yang akan terbawa hingga dewasa.
APA YANG DAPAT ORANG TUA LAKUKAN?
Beli dan sajikan lebih banyak buah dan sayuran daripada
makanan yang siap olah.
Batasi minuman ringan, minuman yang manis-manis, dan camilan
manis yang kaya lemak. Sebaliknya, berikan air atau susu rendah lemak dan
camilan yang sehat.
Memasaklah dengan metode rendah lemak, seperti memanggang
dan mengukus, ketimbang menggoreng.
Sajikan makanan dalam porsi yang lebih kecil.
Jangan gunakan makanan sebagai upah atau suap.
Jangan sampai anak tidak sarapan, karena dapat membuat
mereka makan berlebihan setelah itu.
Makanlah di meja makan. Makan di depan TV atau layar
komputer membuat orang tidak menyadari seberapa banyak yang dikonsumsi dan
apakah ia sudah kenyang.
Anjurkan gerak badan, seperti bersepeda, main bola, dan
lompat tali.
Batasi waktu untuk menonton televisi, menggunakan komputer,
dan bermain video game.
Rencanakan kegiatan keluarga yang aktif di luar rumah,
seperti pergi ke kebun binatang, berenang, atau bermain di taman.
Suruhlah anak-anak melakukan pekerjaan fisik.
Berilah contoh dalam pola makan yang sehat dan olahraga.
DAFTAR PUSTAKA
Suryo. (1990). Obesitas Anak. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press.
http://aslinar.blogspot.com/2011/05/obesitas-pada-anak.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar