Kamis, 16 April 2015

mutu layanan

materi mutu layanan

1.      Perencanaan ( Plan )
Tahapan pertama adalah membuat suatu perencanaan. Perencanaan merupakan suatu upaya menjabarkan cara penyelesaian masalah yang ditetapkan ke dalam unsur-unsur rencana yang lengkap serta saling terkait dan terpadu sehingga dapat dipakaisebagai pedoman dalam melaksanaan cara penyelesaian masalah. Hasil akhir yang dicapai dari perencanaan adalah tersusunnya rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang akan diselenggarakan. Rencana kerja penyelesaian masalah mutu yang baik mengandung setidak-tidaknya tujuh unsur rencana yaitu:
a.       Judul rencana kerja (topic)
b.      Pernyataan tentang macam dan besarnya masalah mutu yang dihadapi (problem statement)
c.       Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus, lengkap dengan target yang ingin dicapai (goal, objective, and target)
d.      Kegiatan yang akan dilakukan (activities)
e.       Organisasi dan susunan personalia pelaksana (organization and personnels)
f.       Biaya yang diperlukan (budget)
g.      Tolak ukur keberhasilan yang dipergunakan (milestone)

2.      Pelaksanaan ( Do )
Tahapan kedua yang dilakukan ialah melaksanakan rencana yang telah disusun. Jika pelaksanaan rencana tersebut membutuhkan keterlibatan staf lain di luar anggota tim, perlu terlebih dahulu diselenggarakan orientasi, sehingga staf pelaksana tersebut dapat memahami dengan lengkap rencana yang akan dilaksanakan.
Pada tahap ini diperlukan suatu kerjasama dari para anggota dan pimpinan manajerial. Untuk dapat mencapai kerjasama yang baik, diperlukan keterampilan pokok manajerial, yaitu:
a.       Keterampilan komunikasi (communication) untuk menimbulkan pengertian staf terhadap cara pentelesaian mutu yang akan dilaksanakan
b.      Keterampilan motivasi (motivation) untuk mendorong staf bersedia menyelesaikan cara penyelesaian masalah mutu yang telah direncanakan
c.       Keterampilan kepemimpinan (leadershif) untuk mengkordinasikan kegiatan cara penyelesaian masalah mutu yang dilaksanakan
d.      Keterampilan pengarahan (directing) untuk mengarahkan kegiatan yang dilaksanakan.

3.      Pemeriksaan ( Check )
Tahapan ketiga yang dilakukan ialah secara berkala memeriksa kemajuan dan hasil yang dicapai dan pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Tujuan dari pemeriksaan untuk mengetahui :
a.       Sampai seberapa jauh pelaksanaan cara penyelesaian masalahnya telah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
b.      Bagian mana kegiatan yang berjalan baik dan bagaian mana yang belum berjalan dengan baik
c.       Apakah sumberdaya yang dibutuhkan masih cukup tersedia
d.      Apakah cara penyelesaian masalah yang sedang dilakukan memerlukan perbaikan atau
Untuk dapat memeriksa pelaksanaan cara penyelesaian masalah, ada dua alat bantu yang sering dipergunakan yakni :
1)      Lembaran pemeriksaan (check list)
Lembar pemeriksaan adalah suatu formulir yang digunakan untuk mencatat secara periodik setiap penyimpangan yang terjadi. Langkah pembuatan lembar pemeriksan adalah:
a)      Tetapkan jenis penyimpangan yang diamati
b)      Tetapkan jangka waktu pengamatan
c)      Lakukan perhitungan penyimpangan

2)      Peta kontrol (control diagram)
Peta kontrol adalahsuatu peta / grafik yang mengambarkan besarnya penyimpangan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Peta kontrok dibuat bedasarkan lembar pemeriksaan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pembuatan peta kontrol adalah :
a)      Tetapkan garis penyimpangan minimum dan maksimum
b)      Tentukan prosentase penyimpangan
c)      Buat grafik penyimpangan
d)     Nilai grafik

4. Perbaikan (Action)
Tahapan keempat yang dilakukan adalah melaksanaan perbaikan rencana kerja. Lakukanlah penyempurnaan rencana kerja atau bila perlu mempertimbangkan pemilihan dengan cara penyelesaian masalah lain. Untuk selanjutnya rencana kerja yang telah diperbaiki tersebut dilaksanakan kembali. Jangan lupa untuk memantau kemajuan serta hasil yang dicapai. Untuk kemudian tergantung dari kemajuan serta hasil tersebut, laksanakan tindakan yang sesuai.

ANALISA PDCA
PLAN :
Merencanakan perbaikan dan pengumpulan data secara berkesinambungan :
·         Apa yang diperbaiki
·         Siapa yang terlibat
·         Kapan dilaksanakan
·         Dimana dilaksanakan
·         Bagaimana caranya
·         Ke arah mana goalnya


DO :Melaksanakan perubahan berdasarkan rencana yang ditetapkan
·         Siapa yang melaksanakan perubahan
·         Kapan dilaksanakan perubahan
·         Sarana apa saja yang dibutuhkan
·         Bagaimana mekanisme pelaksanaan
·         Lokasi mana sebagai uji coba
CHECK :Mengamati pengaruh perubahan
·         Apa pelaksanaan telah sesuai rencana
·         Apakah proses perubahan perlu perbaikan ditinjau dari klien
·         Faktor apa yang mendukung
·         Faktor apa yang menghambat
·         Perubahan dari sisi mutu pelayanan
ACTION :Bertindak berdasarkan hasil evaluasi dan lanjutan perbaikan proses
·         Melihat hasil dari Check
·         Menetapkan mekanisme perubahan
·         Menentukan protap terkini
·         Menentukan sasaran perubahan
·         Advokasi perubahan
·         Penilaian berkelanjutan


Contoh KASUS

Puskesmas X telah menetapkan cakupan program Kesehatan Ibu dan Anak di wilayah kerjanya yaitu Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) : 95%, Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan : 90%, Cakupan Pelayanan Nifas : 90%, Cakupan Imunisasi Bayi (Universal Child Immunization): 100 %, Cakupan Pelayanan Anak Balita : 90 %, Cakupan Pelayanan Anak Balita : 90 %, Cakupan Pelayanan Nifas : 90%, namun kenyataannya cakupan pencapain program KIA rata-rata < 80 %. Hasil identifikasi masalah yang dilakukan, ternyata faktor kurangnya ketrampilan dan pengetahuan bidan menjadi penyebab masalah rendahnya cakupan pencapaian program KIA di Puskesmas X. Pihak penyedia pelayanan (Puskesmas X) merencanakan diklat peningkatan mutu pelayanan bidan di wilayah kerja Puskesmas X.

Siklus PDCA
- P (PLANNING/Perencanaan)

Judul
Rendahnya cakupan pencapaian program KIA di Puskesmas X

** Rumusan Pernyataan dan Uraian Masalah
Latar Belakang :
cakupan pencapain program KIA rata-rata < 80 % di Puskesmas X
Rumusan Masalah :
Meningkatkan keterampilan bidan,dalam peningkatan KIA.

oTujuan
 § Tujuan Umum
Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bidan tentang penyebab masalah penurunan KIA.

 § Tujuan Khusus
1.         Mengidentifikasi jumlah permasalahan KIA,di puskesmas X.
2.         Mengidentifikasi penyebab terjadinya penurunan KIA.
3.         Mengidentifikasi program-program peningkatan keterampilan dan pengetahuan bidan tentang KIA.
** Uraian Kegiatan Diklat
 § Lapor kepada pimpinan Puskesmas tentang masalah, penyebab, dan cara penyelesaian masalah.
 § Susun rencana kerja selengkapnya.
 § Lakukan pelatihan Keterampilan dan pembelajaran bagi para bidan,tentang KIA.
 § Lakukan pelayanan Ibu hamil,pelayanan bagi ibu bersalin,perawatan bayi dan balita,imunisasi pada bayi,dan perawatan bagi Ibu nifas,sesuai dengan standar kompetensi yang bermutu..
 § Pantau pelayanan KIA,khususnya tingkat kesterilan pelayanan.
 § Nilai hasil yang akan dicapai.
 è P (DO/ Pelaksanaan)
 ü Lapor kepada pimpinan PUSKESMAS tentang masalah, penyebab, dan cara penyelesaian masalah.
Masalah : <80%  pencapaian KIA,di puskesmas X,dan angka tersebut masih sangat cukup sedikit.
Penyebab    :
-       Keterampilan dan pengetahuan bidan tentang KIA masih sangat cukup rendah.
-       Pelayanan KIA,dan nifas belum sesuai standard,karena kuantitas kesehatannya masih mencapai , 80%.
 ü Susun rencana kerja selengkapnya.
Telah menyusun rencana kerja/planning mulai dari judul, rumusan pernyataan dan uraian masalah.
 ü Adakan pelatihan dan peningkatan terhadap standard kompetensi mutu pelayanan bidan.
Pihak Puskesmas telah mengadakan pelatihan terhadap para bidan.
 ü Lakukan pelayanan KIA dan nifas dengan pengetahuan dan keterampilan tindakan yang telah dilatihkan.
Setelah melakukan pelatihan, bidan-bidan yang terlatih dan telah mendapatkan sertifikat diijinkan untuk melakukan pelayanan sesuai standar.
 ü Nilai hasil yang akan dicapai.
Penilaian hasil tercantum pada check.

 è C (CHECK/Periksa)
Penilaian dilakukan setelah semua pelaksanaan dilakukan. Pelaksanaan yang dilakukan ini berfungsi untuk mengatasi masalah yang terjadi, maka didapatkan hasil sebagai berikut:
-       Setelah melaksanakan pelatiahn pelayanan kebidanan,dengan pengetahuan & ketrampilan sesuai tindakan pelatihan, angka KIA naik 10%,menjadi 90%.
-       Setelah dilakukan pelatihan pelayanan kebidanan, bidan-bidan yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat dapat melakukan asuhan sesuai dengan standar.

 è A (ACTION/Bertindak)
-       Tetap memantau hasil pelaksanaan pada bulan-bulan berikutnya selama 6 bulan berikutnya.
-       Melakukan penyempurnaan rencana kerja untuk mengatasi presentase yang masih tersisa (yaitu 10%) dengan tetap melakukan penilaian secara berkala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar